Pengertian komunikasi
Komunikasi memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.
Watzlawick, beavin dan jackson mengatakan “we can not not communicate”, bahkan
pada saat kita berdoa sekalipun. Komunikasi berasal dari bahasa latin communico
yang artinya membagi, dalam arti membagi gagasan, ide, atau pikiran;
communication dalam bahasa inggris, communicate dari kata bahasa belanda.
Communicatio dalam bahasa latin berasal dari kata communis yang berarti sama.
Sama disini maksudnya sama dalam makna.
Komunikasi akan berlangsung dengan baik apabila selama ada
kesamaan makna antara komunikator dan komunikan.
Deginisi komunikasi bermacam-macam, bergantung dari
perspektifnya. Persfektif filsafat mempersoalkan tentang hakikat
komunikator/komunikam dan bagaimana ia menggunakan komunikasi untuk berhubungan
dengan alam semesta. Aristoteles dalam bukunya de arte rhetorica merumuskan
komunikasi dalam komponen siapa yang berbicara, apa yang dibicarakan, dan siapa
yang mendengarkan.
Dari perspektif psikologi, hovland, janis, dan kelly
mendefinisikan komunikasi sebagai “the process by witch an individual (the
communicator) transmits stimulus (ussually verbal) to modify the behaviour of
other individuals. Dalam konteks ini psikologi mencoba menganalisis komunikasi
antar individu;bagaimana pesan yang disampaikan menjadi stimulus yang
menimbulkan respons bagi individu yang lain, bagaimana lambang- lambang dapat
bermakna dan mengubah perilaku orang lain.
Formulasi komunikasi menurut Harold Lasswell
-who
-says what
-in which
-to whom
-with what effect
Berdasarkan komunikasi tersebut, komunikasi adalah proses
penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang dapat
ditimbulkan efek tertentu.
The United Aristotelian Description Of Communication diatas
menjadi sepuluh komponen lagi, yaitu :
1.
Source
2.
Encoding
3.
Message
4.
Channel
5.
Noise
6.
Receiver
7.
Decoding
8.
Receiver response
9.
Feedback
10.
Context
Psikologi sebagai akar ilmu komunikasi
Fisher menyebutkan empat ciri pendekatan
psikologi pada komunikasi :
-Penerimaan secara indrawi
-Proses yang mengantarai stimulus dan
respons
-Perdiksi respons
-Peneguhan respons
PSIKOLOGI KOMUNIKASI
Lima aksiomi Komunikasi ;
1.
Anda tidak dapat tidak berkomunikasi
2.
Setiap interaksi memiliki dimensi isi dan
hubungan
3.
Setiap interaksi diartikan oleh bagaimana para
pelaku interaksi menjelaskan kejadian
4.
Pesan itu bersifat digital dan analog
5.
Pertukaran komunikasi bersifat asimetris dan
komplementer
RUANG LINGKUP PSIKOLOGI
Kamus psikologi menyebutkan enam pengertian komunikasi
1.
Penyampaian perubahan energi dari satu tempat ke
tempat yang lain seperti dalam sistem saraf atau penyampaian gelombang-gelombang suara
2.
Penyampaian atau penerimaan sinyal atau pesan
oleh organisme
3.
Pesan yang disampaikan
4.
Teori komunikasi merupakan suatu proses yang
dilakukan suatu sistem yang lain melalui pengaturan sinyal – sinyal yang
disampaikan
5.
K.Lewin, mengungkapkan bahwa pengaruh suatu
wilayah persona pada wilayah persona yang lain sehingga perubahan dalam satu
wilayah menimbulkan perubahan yang berkaitan pada wilayah lain
6.
Pesan pasien kepada pemberi terapi dalam
psikoterapi
CIRI PENDEKATAN PSIKOLOGI
Komunikasi begitu esensial dalam masyarakat manusia sehingga
setiap orang yang belajar tentang manusia akan menolehnya sekali
waktu.Psikologi juga meneliti kesadaran dan pengalaman manusia.sosiologi
melihat komunikasi pada interaksi sosial, filsafat pada hubungan manusia dengan
realitas lainnya, sementara psikologi melihat pada perilaku individu komunikan
PENGGUNAAN PSIKOLOGI KOMUNIKASI
Komunikasi efektif menimbulkan lima hal :
1.
Pengertian
2.
Kesenangan
3.
Memengaruhi sikap
4.
Hubungan sosial yang baik
5.
Tindakan
FAKTOR PERSONAL YANG MEMENGARUHI PERILAKU MANUSIA
Ada dua macam psikologi sosial, yaitu psikologi sosial
dengan huruf P besar , dan psikologi sosial dengan huruf S besar.kedua pendekatan
ini menekankan faktor-faktor psikologi dan faktor-faktor sosial.
Menurut Edward E. Sampson secara garis besar terbagi dua
faktor:
- 1. Faktor Biologis
- 2. Faktor Sosiopsikologis
-Komponen afektif
-Komponen kognitif
-Komponen
konatif
-Motif sosiogenesis
Disebut juga motif sekunder . sebagai lawan dari motif
primer( motif biologis). Berbagai klasifikasi motif sosiogenesis menurut para
ahli, dapat diuraikan sebagai berikut :
1.
W.Ithomas dan Florian Znaniecki
-Keinginan memperoleh pengalaman
baru
-Keinginan mendapatkan respons
-Keinginan akan pengakuan
-Keinginan akan rasa aman
2.
David Mc
Clelland
c -kebutuhan berprestasi
-Kebutuhan akan kasih sayang
-Kebutuhan berkuasa
3.
Abraham Maslow
-Kebutuhan akan rasa aman
-Kebutuhan akan keterikatan dan cinta
-Kebutuhan akan penghargaan
-Kebutuhan akan pemenuhan diri
4.
Malvin H Marx
-Kebutuhaan organismis
-Motif ingin tahu
-Motif kompetensi
-Motif prestasi
-Motif-motif sosial
-Motif kasih sayang
-Motif kekuasaan
-Motif kebebasan
Motif sosiogenesis dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai
berikut :
1.
Motif ingin tahu
2.
Motif kompetensi
3.
Motif cinta
4.
Motif harga diri dan kebutuhan untuk mencari
identitas
5.
Kebutuhan akan nilai, kedambaan dan makna hidup
6.
Kebutuhan akan pemenuhan diri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar